Logo SantriDigital

cara memotong hewan kurban

Khutbah Jumat
K
KHOIRUL NGIBAD
30 April 2026 5 menit baca 2 views

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ ...

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً، وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَّاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ، إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. Kaum Muslimin yang dirahmati Allah, Takwa kepada Allah Swt., itulah bekal terpenting yang harus kita bawa mendaki kehidupan ini. Takwa yang menjadikan hati kita senantiasa sadar akan kebesaran-Nya, keagungan-Nya, dan pengawasan-Nya terhadap setiap helaan napas kita. Marilah kita renungkan sejenak. Di hadapan hamparan luasnya alam semesta, kita hanyalah titik kecil. Namun di hadapan Allah Swt., setiap titik itu bermakna. Kehidupan dunia ini adalah panggung ujian, dan takwa adalah kunci kita untuk lulus dengan gemilang. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah... Hari ini, di bulan yang penuh keberkahan ini, kita dihadapkan pada salah satu syiar Islam yang agung: ibadah kurban. Sebuah ritual yang sarat makna, mengajarkan tentang pengorbanan, kepedulian, dan ketakwaan. Namun, di balik kemuliaan ibadah ini, terkadang kita luput dari perhatian pada detail-detail pentingnya, salah satunya adalah bagaimana melaksanakan penyembelihan hewan kurban itu sendiri. Memotong hewan kurban bukanlah sekadar kegiatan fisik, melainkan sebuah ibadah yang memiliki adab dan tata cara yang diajarkan oleh Rasulullah Saw. Penyembelihan hewan kurban adalah momen krusial. Di saat itulah, darah hewan yang menjadi simbol pengorbanan mengalir membasahi bumi. Momen ini haruslah dilaksanakan dengan penuh kesadaran akan kebesaran Allah Swt. Penyembelihan yang benar dan sesuai syariat akan memastikan bahwa ibadah kurban kita diterima. Rasulullah Saw. bersabda, sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma: .أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ضَحَّى بِكَبْشَيْنِ، فَرَأَيْتُهُ وَاضِعًا رِجْلَهُ عَلَى صَفْحَةِ عُنُقِهِ، ثُمَّ ذَكَرَ اسْمَ اللهِ وَكَبَّرَ فَذَبَحَهُ _"Bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berkurban dengan dua ekor domba jantan gemuk. Aku melihat beliau meletakkan kakinya pada sisi leher domba itu, lalu beliau menyebut nama Allah (Bismillah) dan bertakbir (Allahu Akbar), kemudian menyembelihnya."_ Perhatikanlah, hadits ini mengajarkan kepada kita agar saat menyembelih, kita meletakkan kaki (atau alat penahan lainnya) pada sisi leher hewan. Ini bukan hanya soal kekerasan, tetapi untuk menahan hewan agar diam serta memudahkan proses penyembelihan. Dan yang paling utama, sebelum ia menggoreskan pisau, Nabi terkasih kita shallallahu 'alaihi wa sallam selalu mengucapkan "Bismillah" dan "Allahu Akbar". Mengapa demikian? Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah... Ketika kita mengucapkan "Bismillah", kita sedang mengakui bahwa hidup dan mati hewan ini adalah kehendak Allah. Kita memohon berkah dari-Nya dalam setiap tindakan kita. Kita sedang menjalankan perintah-Nya, merendahkan diri di hadapan ciptaan-Nya, sambil mengingatkan diri bahwa hanya Allah yang Maha Pemberi Kehidupan dan Maha Pencabut Nyawa. Ketika kita mengucapkan "Allahu Akbar", kita menegaskan kembali kebesaran Allah. Sungguh Maha Besar Allah yang telah menganugerahkan rezeki hewan ini kepada kita, sehingga kita dapat menggunakannya sebagai sarana mendekatkan diri kepada-Nya. Di saat kita menyaksikan leher hewan yang begitu rapuh, hati kita seharusnya tersentuh, teringat akan kerapuhan diri kita sendiri di hadapan murka Allah. Penyembelihan yang benar adalah dengan memotong dua saluran utama di leher, yaitu tenggorokan (saluran makanan dan napas) dan kerongkongan, serta dua pembuluh darah besar (arteri dan vena). Tiga atau empat saluran ini terputus, akan menyebabkan hewan tersebut mati dengan cepat dan meminimalisir rasa sakitnya. Ini adalah bentuk ihsan, kebaikan, dan kasih sayang, bahkan kepada hewan yang akan kita korbankan. Allah Swt. berfirman dalam surat Al-An'am ayat 154: .وَكَتَبْنَا عَلَيْهِمْ فِيهَا أَنَّ النَّفْسَ بِالنَّفْسِ وَالْعَيْنَ بِالْعَيْنِ وَالْأَنْفَ بِالْأَنْفِ وَالْأُذُنَ بِالْأُذُنِ وَالسِّنَّ بِالسِّنِّ وَالْجُرُوحَ قِصَاصٌ فَمَنْ تَصَدَّقَ بِهِ فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ _"Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (Taurat) bahwasanya jiwa (dibayar) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada kisasnya. Akan tetapi, siapa yang menyedekahkan (hak qisasnya), maka itu adalah gugur dosa baginya. Dan barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim."_ Ayat ini, meskipun berbicara tentang kisas, mengajarkan prinsip keadilan dan ihsan. Dalam kurban, ihsan berarti kita berusaha untuk tidak menyiksa hewan saat menyembelihnya. Peralatan yang tajam, proses yang cepat, dan teknik yang tepat, semuanya adalah bentuk ihsan kepada makhluk Allah. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah... Mari kita bayangkan sejenak. Di hari kiamat kelak, setiap amal perbuatan kita akan dipertanggungjawabkan. Hewan kurban yang kita sembelih ini, kelak di hari akhir, akan datang di hadapan Allah Swt. dalam keadaan utuh, dengan darahnya, untuk menjadi saksi bisu amalan kita. Ia akan menjadi tunggangan kita menuju surga, sebagaimana sabda Rasulullah Saw.: "مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلًا أَحَبَّ إِلَى اللهِ مِنْ هِرَاقَةِ دَمٍ، وَإِنَّهُ لَيَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَظْلافِهَا وَشُعُورِهَا، وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ عَلَى الأَرْضِ، فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا" (رواه الترمذي وابن ماجه) _"Tidak ada amalan anak Adam pada hari kurban yang lebih dicintai Allah selain mengalirkan darah (kurban). Sesungguhnya hewan kurban itu datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu-bulunya. Sesungguhnya darah kurban itu telah mencapai kedudukan (yang mulia) di sisi Allah sebelum jatuh ke tanah. Maka sucikanlah diri kalian dengan berkurban."_ Betapa agungnya kedudukan darah kurban di sisi Allah. Ia bukan sekadar darah binatang, melainkan lambang ketakwaan yang tulus dari hati kita. Oleh karena itu, marilah kita pastikan setiap tetes darah kurban adalah saksi keikhlasan kita, saksi kepatuhan kita, saksi cinta kita kepada Sang Maha Pencipta. Sudahkah kita melatih diri untuk menyembelih dengan benar? Sudahkah kita mengajarkan kepada anak-anak kita, kepada generasi penerus kita, adab dan akhlak mulia dalam beribadah, termasuk dalam menyembelih hewan kurban? Jangan sampai niat baik kita ternoda oleh kelalaian atau ketidaktahuan. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang tersembunyi di dalam hati. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah... Mari kita jadikan momen kurban ini sebagai momen introspeksi diri. Kita renungkan kembali, sudah berapa banyak "darah" dosa yang mengalir dalam perjalanan hidup kita? Dosa-dosa yang mungkin telah mengotori hati kita, menjauhkan kita dari rahmat Allah. Di bulan yang penuh pengampunan ini, marilah kita bermohon ampun kepada-Nya. Sebagaimana kita berusaha memotong urat leher hewan kurban dengan cepat dan bersih, marilah kita memotong belenggu-belenggu dosa dengan taubat yang tulus. Tangan yang memegang pisau penyembelih, seharusnya juga tangan yang terulur memohon ampun. Hati yang merasa iba kepada hewan, seharusnya juga hati yang lebih merasa iba kepada diri sendiri, takut akan siksa neraka dan merindukan surga-Nya. Semoga Allah Swt. menganugerahkan kepada kita ilmu yang bermanfaat, hati yang senantiasa tunduk kepada-Nya, dan amal ibadah yang diterima. Semoga setiap tetes darah kurban kita menjadi saksi kepatuhan kita, dan menjadi jalan kita menuju ridha-Nya. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →